“Sesungguhnya Rezeki memburu hamba lebih banyak dari kejaran ajal kepadanya.” (HR. Thabrani)
Adalah perempuan suci, lemah tak berdaya setelah mengemban amanah yang tak pernah diberi kepada siapapun sebelumnya. Hamil tanpa pernah tersentuh laki-laki atas perintah tuhannya.
Di perutnya ada bayi yang terkandung, terbawa hingga di tengah tengah gurun pasir nan tandus. Gersang, tak ada makanan mudah diraih. Ditambah lagi tubuh lemah yang terpaksa melangkah karena diusir dari tempat tinggalnya.
Maryam binti Imran
Dia adalah Maryam binti Imran, salah satu wanita paling suci di muka bumi. Sebagaimana insan yang pasti diuji, Maryam harus pergi lalu melahirkan seorang diri. Tanpa siapapun menemani, kecuali Allah yang melindungi.
Setelah melahirkan, dengan keadaan lemah tak berdaya. Allah kirimkan rezekinya. Pohon Kurma tempatnya berteduh dari terik matahari, menyimpan buah yang cukup banyak untuk dimakan. Tapi apakah mungkin bisa diterima logika? Perempuan lemah, berdarah, habis melahirkan diminta untuk menggoyangkan Pohon kuat dan Kokoh seperti kurma?
Rasanya akal manusia tidak akan mampu menerimannya. Namun Algoritma Rezekinya bahwa Kurma itu miliknya, rezeki bagi dirinya dan buah hatinya. Digerakan segenap tenaga sisanya, lalu Allah runtuhkan buah buah kurma segar di hadapanya.
Belajar tentang rezeki, belajarlah dari cabang bayi di dalam perut
Fitri Jalan Cahaya
Tidak punya cukup upaya, tapi Allah senantiasa kirimkan rezekinya melalui sang Ibu.
Bahkan ketika lahirnya kedunia, hanya bermodal tangis agar terdengar kedua orang tuanya. Allah segera berikan rezeki melalui ASI yang dititipkan pada Ibunya. Inilah konsepnya, Inilah Algoritma Rezekinya. Allah yang mengatur semuannya.
Hari ini, banyak diantara kita yang sibuk dengan perihal rezeki. Hingga lupa diri kemana ia harus mencari. Padahal Algoritma Rezeki ada pada Tuhan yang mengaturnya. Yang menghendaki setiap hal bahkan pada setitik kecil pun yang tak lupa dari-Nya.
Pesan Imam Al-Ghazali
Maka benarlah Pesan Imam Al-Ghazali ;
“Boleh jadi kita tak tahu di mana rezekimu, tapi Rezekimu tahu dimana dirimu. Jika ia ada di langit, Allah akan perintahkannya tuk turun dan mencurahimu. Jika ia ada di bumi, Allah akan memintanya muncul dan menjumpaimu. Dan jika ia berada di lautan, makan Allah akan menitahkannya untuk menemuimu.”
Harta merupakan sebagian kecil dari rezeki. Semua harta milik Allah, bukan milik kita sendiri. Seringkali kita merasa harta kita adalah kepunyaan, padahal semuanya itu dari Allah.
Dada kita terasa sempit untuk memberi, karena terus merasa kurang. Padahal apa yang kita beri itu, adalah sebenar-benar harta tabungan kita.
Dan yang membuat kita lapang kepada apa yang diberikan Allah adalah rasa cukup.
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (2:261)
Allah lipatgandakan…
Masih ragu dengan algoritma rezeki?
Jadi, sampai kapan mau nunda berinfaq?
Coba infaq bersama Masjid Jalan Cahaya dari sekarang yuk…
*🏧 Yayasan Sahabat Anak & Orangtua ke 1610005039917 (Mandiri)
-Konfirmasi via nomor ini
Semoga jadi wasilah, diberi kesehatan, murah rezeki dan kemudahan dalam segala urusan. Aamiin

