BELAJAR KOMUNIKASI DARI GURU NGAJI KAMPUNG KIAI Luqmanulhakim Ashabul Yamin
Komunikasi itu salah satu bagian dari ahlaq seseorang dan sepanjang hidup kita tidak mungkin tidak berkomunikasi, “We can not not communicate”. Kata Richard Bendler Bentuk komunikasi kita adalah respon demi respon pada sebuah kejadian. Respon yang berbentuk komunikasi atau kata-kata ini kelak akan dipertanggung jawabkan pada Allah SWT.
Salah satu guru tempat belajar komunikasi yakni Kiai Luqmanulhakim. Suatu ketika saya datang ke Masjid Munzalan dan beliau melihat anak saya, lalu menyapa dengan lembut,
“Ehh sini nak sini nak sama Ayah Man, siapa namanya nih?”
Saya minta anak saya salaman, “Salim sama Kiai cepat”. Segera anak saya yang sering melihat Kiai di Youtube langsung salim. Anak saya mencium tangan Kiai dan Kiai langsung membalas mencium tangan anak saya. Begitu polanya.
Wajah beliau ramah, lalu menghusap pundak anak-anak saya sambil mendoakan, “Anak soleh ini ya, anak hebat, pintar nih!” Doanya tulus lembut.
Tak hanya itu. Beliau segera mengambil tas berisi hadiah uang merah seratusan ribu. Anak saya empat orang langsung dihadiahi sama-sama satu. 😭 Anak-anak saya kayak mau lompat girang saking bahagianya.
Lalu di hari berikutnya ketemu lagi dan beliau kasih hadiah lagi, sambil mendoakan dan berepsan,
“Nak, kerjaan Ayah Man itu guru ngaji kampung, kerjaan sampingannya jadi komisaris di perusahaan perusahaan yang paling penting jadi guru ngaji ya nak, jadi dai”
Anak saya ketawa dan bahagia sekali. Mimpi mereka jumpa Kiai Luqmanulhakim Allah kabulkan. Tak hanya dapat hadiah yang paling membuat mereka bahagua tapi doa Kiai yang terus diulang,
“Anak soleh nih, anak baik ya, anak pintar jadi orang hebat In Sya Allah ya!”
Ini benar-benar berarti bagi saya dan anak-anak. Tak hanya, berbagi buat empat anak saya. Kiai juga berbagi untuk saya dan istri barang-barang yang sangat berharga yang kami belum punya sebelumnya dan sampai hari ini kami selalu gunakan. Alhamdulillah.
Karenanya, komunikasi yang beliau gunakan adalah memberi. Tak hanya memberi hadiah tapi memberi doa, semangat, nasihat, teladan dan memberi jiwa raganya saat berkomunikasi dengan orang lain. Betul memang ungkapan,
“Giving is the best Communication” Memberi adalah komunikasi terbaik. 👍
Entah mengapa jumpa beliau sangaaaat bahagia, apatah lagi nanti berjumpa dengan Rasulullah di Syurga tentu lebih bahagia ya?
Gimana caranya agar jumpa dengan Rasulullah dan guru-guru mulia di Syurga? Sederhana, Perbaiki ahlaq dan Komunikasi kita, Setuju ya?
#MaknaMulia
#MasjidJalanCahaya


